Image of PENGARUH PERCEIVED EASE OF USE DAN PERCEIVED RISK TERHADAP PENERIMAAN TEKNOLOGI
(Penelitian Penggunaan Website Lentera Mabrur pada Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung)

Text

PENGARUH PERCEIVED EASE OF USE DAN PERCEIVED RISK TERHADAP PENERIMAAN TEKNOLOGI (Penelitian Penggunaan Website Lentera Mabrur pada Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung)



Transformasi digital telah menjadi bagian integral dalam penyelenggaraan layanan publik, termasuk dalam sektor keagamaan, seperti Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah. Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengimplementasikan sistem pembelajaran daring berbasis Learning Management System (LMS) Lentera Mabrur sebagai wujud digitalisasi proses sertifikasi. Perubahan ini menimbulkan tantangan terkait tingkat penerimaan teknologi di kalangan peserta yang memiliki latar belakang dan literasi digital beragam, sehingga memunculkan persepsi yang berbeda terhadap kemudahan dan risiko sistem.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perceived ease of use (Persepsi kemudahan) dan perceived risk (Persepsi resiko) terhadap penerimaan teknologi pada penggunaan website Lentera Mabrur secara parsial maupun simultan.
Teori Technology Acceptance Model (TAM) miliki Davis (1989) digunakan untuk menganalisis tingkat penerimaan teknologi melalui persepsi kemudahan penggunaan (PEOU dan persepsi risiko (PR), yang diadaptasi dari Pavlou dan Featherman (2002).
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh peserta Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji yang menggunakan website Lentera Mabrur tahun 2024–2025 dengan jumlah 865 orang, dan sampel sebanyak 90 responden ditentukan melalui rumus Slovin. Data primer dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner berskala Likert. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda, uji koefisien determinasi (R²), serta uji hipotesis (Uji t dan Uji F) dengan bantuan perangkat lunak JASP.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa PEOU dengan nilai t hitung sebesar 4,21 dan PR dengan nilai t hitung sebesar 6,196 berpengaruh signifikan terhadap AoT. Berdasarkan nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa secara parsial, PEOU memberikan kontribusi sebesar 13,8% dan PR memberikan kontribusi sebesar 29,8%. Kemudian secara simultan, kedua variabel tersebut mampu menjelaskan sebesar 76,5% variasi penerimaan teknologi website Lentera Mabrur, sedangkan sisanya sebesar 23,5% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Temuan ini menegaskan bahwa penerimaan teknologi ditentukan oleh kombinasi antara kemudahan penggunaan dan tingkat risiko yang dirasakan peserta. Sinergi kedua faktor tersebut menjadi kunci keberhasilan program sertifikasi, yang tidak hanya menekankan penguasaan materi, tetapi juga membentuk SDM pembimbing yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.


Ketersediaan

#
My Library Belum memasukkan lokasi
SK-1224070096
Tersedia

Informasi Detail

Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit UIN SUNAN GUNUNG JATI BANDUNG : .,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
1224070096
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


Akses Katalog Publik Daring - Gunakan fasilitas pencarian untuk mempercepat penemuan data katalog